Selasa, 20 November 2012

KISAH HIJRAH NABI MUHAMMAD S.A.W DARI MEKAH KE MADINAH


KISAH HIJRAH NABI MUHAMMAD S.A.W DARI MEKAH KE MADINAH

Artikel 1
            Kita kembali mengentuk pintu tahun baru hijriyah.gerbang muharram 14 234 hijrayah kini berada di depan  mata.setumpuk harapan dan impian menggerora di dada kita meyertai datangnya tahun baru hijriyah ini
KISAH HIJRAH NABI MUHAMMAD S.A.W DARI MEKAH KE MADINAH
Nabi Muhammad s.a.w hijrah ke Madinah setelah mendapatkaan wahyu dari Allah (Q.s. Al-anfal ayat 30). Diterangkan bahwa ada orang-orang yang berdaya upaya untuk mencelakai Nabi. Nabi berhijrah bersama sahabatnya Abu bakar a.s.
Sebelum melakukan perjalanan ke Madinah, Nabi bersama Abu Bakar bersembunyi di gunung tsur dalam Gua tsur selama 3 hari 3 malam.
Pada saat itu Nabi dan Sahabat Abu Bakar tengah pengejaran para kaum musyrikin quraisy. Mereka hendak membunuh Nabi sebagai upaya memadamkan cahaya islam.
Namun, upaya pengejaran belum berhasil karena banyak pertolongan Allah diberikan kepada Nabi dan Abu Bakar. Terlihat dari adanya sarang laba-laba dan sarang telur merpati di pintu gua tsur. Sehingga mengindikasikan tidak ada orang di dalamnya.
Barulah setelah itu, Nabi bersama sahabat Abu Bakar memulai perjalanan menuju Madinah. Diriwayatkan bahwa Nabi dan Abu bakar melakukan perjalanan bersama dua orang penunjuk jalan yaitu Abdullah bin Uraiqith dan Amir Bin Fuhairah dengan berkendaraan unta.
Kaum musyrikin quraisy setelah kehilangan Nabi dan Abu Bakar, mereka sibuk menyiarkan ke sekeliling kota Mekah dan kepada Suku-suku dan kabilah, kepala-kepalanya dimintai pertolongan untuk mencari Nabi Muhammad. Siapapun yang berhasil menangkap nabi akan diberikan 100 ekor unta.
Di tengah perjalanan di sebuah dusun bernama qudaidin. Salah seorang penduduknya mengenali Nabi dan sahabat Abu bakar. Kemudian diceritakan kepada pemimpin kabilahnya bernama Suraqah bin Malik Al Mudlij. Namun Suraqah menyangkalnya karena ia ingin menangkapnya sendirian.
Secepatnya Suraqah mengejar perjalanan Nabi dan Sahabat Abu Bakar. Abu  bakar yang mengetahui ada seseorang mengejarnya merasa khawatir sampai menangis kalau orang tersebut menangkap Nabi. Nabi pun berdoa’a kepada Allah dan dengan kehendak Allah berulang kali kuda yang ditunggangi Suraqah tergelincir dan Suraqah jatuh terpelanting ke tanah. Keluarlah rasa bahwa kemenangan akan di dapat oleh Nabi Muhammad.
Kemudian Suraqah memanggil nama Nabi dan meminta perlindungan dari bahaya dan juga mengucapkan beribu maaf.  Akhirnya mengadakan perjanjian tertulis.
Dari Suraqahlah Nabi mulai mengetahui tentang imbalan 100 ekor unta jika berhasil menangkapnya. Nabi tersenyum dan memerintahkan untuk merahasiakan tentang kepergian dirinya.
Selanjutnya Nabi dan sahabat Abu Bakar singgah di sebuah perkemahan milik seorang perempuan bernama Ummu Ma’bad. Mereka hendak membeli kurma, daging, dan air susu. Pada saat itu nabi melihat seekor kambing yang kurus menderita payah dan sakit. Beliau hendak memerah susunya dengan ijin Allah memancarlah begitu banyak air susu, padahal kambing itu sudah tidak bisa lagi mengeluarkan air susu. Peristiwa menakjubkan ini diceritakan kembali oleh Ummu Ma’bad kepada suaminya Abu Ma’bad. Sampai-sampai ia pun bercita-cita jika bertemu Nabi ingin menjadi pengikut dan sahabatnya.
Sesudah itu, bertemu pula dengan rombonganm kafilah dari Qabilah Banu Sahmin yang dikepalai oleh Buraidah bin Al-Hashib Al-Aslamy. Buraidah yang berhasrat mendapatkan hadiah 100 ekor unta ingin pula menangkap Nabi.
Beserta 70 orang kaumnya hendak menangkap Nabi namun dengan kehendak Allah seketika itu mereka semua membaca Syahadat dan berislam.
Sebelum sampai di Madinah beliau telah mendapat pengikut baru yang dijumpai selama perjalanan. Mereka mengiringi Nabi hingga ke Madinah. Saat masuk ke Madinah dikibarkanlah bendera.
Artikel 2
DI DALAM GOA TSUR
Rasullah (SAW) dan Abu Bakar (RA) tinggal di dalam goa Tsur pada hari Jum’at, Sabtu, dan Ahad. Selama itu, berlangsung pertolongan bagi mereka berdua.
1. Abdullah bin Abu Bakar (RA) mendatangi goa pada malam hari dan menyampaikan berita perihal berbagai rencana dan kegiatan orang-orang kafir kepada mereka berdua. Sebelum fajar ia sudah kembali ke Makkah sehingga seolah-olah ia selalu berada di Makkah.
2. Amar bin Fuhairah menggiring domba-domba gembalaannya ke dalam goa pada malam hari sehingga Rasulullah (SAW) dan Abu Bakar (RA) bisa minum susu domba hingga cukup kenyang. Amar menggiring kembali domba-dombanya ke Makkah sebelum fajar selang beberapa waktu setelah Abdullah bin Abu Bakar kembali ke Makkah, dengan demikian jejak kaki Abdullah terhapus oleh jejak domba-domba itu.
3. Abdullah bin Ariqat Laitsi, seorang kafir yang dapat dipercaya dan bekerja sebagai pemandu yang diupah oleh Abu Bakar (RA) datang ke goa ini, setelah hari ke-tiga, membawa dua ekor onta.
4. Pada waktu itu Abu Bakar (RA) menawarkan satu dari onta itu kepada Nabi (SAW) sebagai hadiah. Namun beliau (SAW) memaksa membeli onta itu. Abu Bakar (RA) pun akhirnya bersedia menerima pembayaran sebesar empat ratus dirham untuk onta itu. Onta inilah yang kemudian dikenal sebagai onta Rasulullah (SAW) yang dinamai Quswa.
5. Dengan dipandu oleh Abdullah bin Ariqat, mereka berdua memulai perjalanan menuju Madinah. Amar juga menyertai perjalanan mereka.
Artikel 3
PERJALANAN HIJRAH RASULULLAH (SAW)
Dari rumah beliau; Rasulullah (SAW) pergi menuju rumah Abu Bakar (RA) dan kemudian mereka berdua melompat keluar melalui jendela belakang rumah dan melarikan diri di kegelapan malam sebagaimana telah direncanakan. Berdua saja mereka menempuh jarak lebih-kurang 7.5 Km menuju sebuah goa yang dikenal dengan sebutan “Goa Tsur”.
Orang-orang kafir amat sangat marah karena ternyata adalah Ali (RA) yang berada di tempat tidur Nabi Muhammad (SAW), maka pencarian dan pengejaran secara besar-besaran terhadap Rasulullah (SAW) pun mereka lakukan. Mereka mengumumkan sayembara berhadiah 100 ekor onta bagi siapa saja yang dapat menyerahkan kepala Nabi (SAW).
Artikel 4

Hijrah Nabi Muhammad

Pada September 622, terdapat skenario pembunuhan kepada Nabi Muhammad, maka secara diam-diam Nabi Muhammad bersama abu bakar pergi meninggalkan kota Mekkah. Sedikit demi sedikit, Nabi Muhammad dan pengikutnya berhijrah ke Yastrib 320 kilometer (200 mil) utara Mekkah. Yastrib kemudian berubah nama menjadi Madinat un-Nabi, yang berarti "kota Nabi", tapi kata un-Nabi menghilang, dan hanya disebut Madinah, yang berarti "kota". Penanggalan Isalm yang disebut hijriah dicetuskan oleh Umar bin Khattab  pada tahun 638 atau 17 tahun setelah peristiwa hijrah. Kota tempat tinggal Nabi Muhammad disebut Madinah dan wilayah sekitarnya disebut Yastrib.
http://bolehjadikiamatsudahdekat.com/baru/images/stories/kalimat-tauhid-300x265.jpgArtikel 5
Kalimah Thayyibah

Sungguh tiada Kalimat yang lebih indah dari Kalimat “Laa Ilaha Illa Allah”. Kalimat inilah yang menjadi pembeda seseorang, apakah ia Muslim, Ataukah ia Kafir. Kalimat yang membawa kemaslahatan di seluruh Dunia. Kalimat yang sangat dibenci pihak-pihak tertentu. Kalimat yang dapat membuat perubahan besar pada wajah Dunia. Kalimat yang membawa penerangan bagi segenap Umat Manusia di seluruh Alam. Kalimat inilah yang akan membuat seseorang bergembira di Hari Kiamat. Sebagai mana pertanyaan Abu Hurairah ra kepada Rasulullah saw :
يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لَا يَسْأَلُنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ
"Wahai Rasulullah siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafa'atmu pada hari kiamat?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Aku telah menduga wahai Abu Hurairah, bahwa tidak ada orang yang mendahuluimu dalam menanyakan masalah ini, karena aku lihat betapa perhatian dirimu terhadap hadits. Orang yang paling berbahagia dengan syafa'atku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan ikhlas dari hatinya atau jiwanya".(H.R Bukhari)

Di seluruh Dunia, setiap orang yang akan menjadi Muslim pasti akan mengucapkan kalimat ini. Dan setiap Muslimyang taat, psati akan sangat sering mengulang-ulang kalimat ini, baik dalam sholatnya, dzikirnya, maupun dalam setiap do’a-do’anya.

Seseorang yang sering-sering mengucapkan kalimat ini, akan dengan sendirinya terhindar dari perbuatan-perbuatan dosa. Kalimat ini ialah kalimat tertinggi dalam tingkatan keimanan. Sebagaimana dalam hadist :

رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْعَظْمِ عَنْ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Iman itu ada tujuh puluh cabang, yang paling tinggi adalah ucapan LAA ILAAHA ILLAALLAH dan yang paling rendah adalah menyingkirkan tulang dari jalan, dan malu adalah bagian dari keimanan."(H.R Abu Daud)

Lalu apakah makna dari kalimat ini? Sungguh kalimat ini ialah susunan kalimat yang datang hanya dari Allah swt, dan tiada seorang makhlukpun ciptaanNya yang dapat membuat yang semisal.

Makna dari kalimat ini, pertama adalah penolakan terhadap segala ‘ilah’ yang berarti sesembahan atau tuhan atau bisa juga idola, yang diagung-agungkan selain Allah swt yang satu. Selanjutnya adalah pengakuan akan hanya Allah satu-satunya dan tiada lain yang dapat diagungkan dan dipuja-puja. Dua hal inilah yang menjadikan seseorang telah Muslim dan akan diakui keislamannya. Namun, kedua hal ini tidak hanya sekedar pengucapan dan tidak menuntut pertanggungjawaban, sebaliknya, segera setelah seseorang mengucapkan Kalimat “ Laa Ilaha Illa Allah” akan muncullah serangkaian kewajiban-kewajiban yang mengiringinya.

Namun saudaraku sekalian, sungguh sekali lagi, tiadalah kalimat terbaik yang dapat diucapkan seseorang selain kalimat ini. sehingga, dengan hanya mengucapkannya saja seseorang sudah diwajibkan Allah untuknya surga dan terhindar dari api neraka yang menyala-nyala. Sebagaimana dalam Hadist Nabi saw :

     مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَوْجَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ بِهَا الْجَنَّةَ وَأَعْتَقَهُ بِهَا مِنْ النَّا 
“Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah,
Allah Azzawajalla mewajibkan surga baginya dan
menyelamatkannya dari neraka.”( H.R Ahmad)

Karena itulah sudaraku, sebarkanlah Kalimat ini kepada sebanyak-banyaknya orang dengan cara yang lembut. Ajaklah mereka untuk menikmati keindahan beriman dan berislam. Sebagaimana yang dicontohkan Nabi saw. Beliau mengajak sebanyak-banyaknya Manusia agar dapat merasakan hidayah Allah swt. Dan inilah kewajiban kita sebagai Umat Islam. Sesungguhnyaorang-orang yang tidak mengetahui kebenaran Islam ialah orang-orang yang tersesat. Tugas kitalah sebagai yang mengetahuinya untuk memberikan petunjuk kepada mereka.

Wallahu A’lam Bishshawwab…

1 komentar:

  1. Alhamdulillah. Semoga artikel tersebut berguna bagi para pembacanya.
    Adm. www.kiosherbal.blogdetik.com

    BalasHapus